Sejarah Gerakan Perempuan Indonesia Sebelum Kemerdekaan

KUNTILANAK WANGI

Organisasi-Organisasi Perempuan Indonesia Sesudah 1950
Oleh : Saskia Wieringa

Menyingkirkan Perempuan

Pendahuluan

“Melahirkan Kembali Gerakan Feminis Revolusioner”

‘Luka’ yang mengangah sejak 34 tahun lalu memang masih terasa dan belum sembuh benar. Sebuah tragedi kemanusian telah terjadi, beribu-ribu ibu kehilangan anak dan suami mereka, entah dipenggal kepalanya atau dibuang ke kamp konsentrasi semacam Pulau Buru.

Asal-usul Penindasan Perempuan

Perempuan berderajat lebih rendah daripada laki-laki – inilah anggapan umum yang berlaku sekarang ini tentang kedudukan kaum perempuan dalam masyarakat. Anggapan ini tercermin dalam prasangka-prasangka umum, seperti “seorang istri harus melayani suami”, “perempuan itu turut ke surga atau ke neraka bersama suaminya”, dll.

“Meluruskan Gerakan Feminisme Yang Salah Jalan”

1. Massa Kolonialisme.
Pada akhir abad XIX masyarakat Indonesia mulai berubah secara drastis, sebagai kaum terpelajar baru untuk para pegawai pribumi, anak-anak bangsawan, bersentuhan langsung dengan sejumlah ide nasionalisme sebagai akibat logis dsari sistem politik etik yang diterapkan Belanda di daerah koloninya.