Tahun Baru Islam 1429 H

Semoga Perdamaian Tetap Abadi
Tahun 1428 H segera berakhir dan fajar 1 Muharam 1429 H segera menjelang. Dengan mengucapkan Bismillah, mari kita melangkah memasuki tahun baru Islam, kata Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Prof Dr Tgk H Muslim Ibrahim MA, kepada Serambi, Selasa (8/1).Menyongsong masuknya tahun baru Islam 1429 H yang bertepatan dengan 10 Januari 2008, secara khusus Tgk Muslim Ibrahim menyampaikan sejumlah pesan dan harapan.

Kepada kaum muslimin dan muslimat, marilah kita songsong masuknya tahun baru Islam dengan mengucapkan Bismillah, semoga semua kita tetap dalam kondisi aman sentosa dan terpelihara dari bencana serta mendapat kesuksesan gemilang dalam penerapan syariat Islam, ujar Tgk Muslim.
Ketua MPU Aceh juga berharap agar kaum muslimin dan muslimat menyongsong tahun baru Islam dengan penuh khusyu´, tawaddhu´, dan muhasabah. Semoga di tahun 1429 H memperoleh amalan-amalan kebajikan yang lebih banyak dari tahun sebelumnya yang pada akhirnya mampu meraih kesuksesan dunia dan akhirat.
Secara khusus, Ketua MPU Aceh juga menyampaikan harapan kepada orangtua hendaknya selalu membimbing anak-anak untuk menjadi zurriatan shalihatan (generasi penerus yang benar-benar dapat mewujudkan cita-cita kita semua).
Sedangkan kepada generasi muda diserukan agar terus berupaya mewujudkan eksistensi sebagai generasi penerus yang bertanggungjawab dalam hal amar ma´ruf nahi munkar sebagaimana diamanatkan agama.

Menyambut tahun baru Islam 1429 H, Pemerintah Aceh juga melaksanakan serangkaian kegiatan, di antaranya tablig dan pawai akbar. Tablig dilaksanakan Rabu (9/10) malam, di halaman Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh sedangkan pawai berlangsung Kamis (10/1) pagi di lapangan Blang Padang, Banda Aceh.

Kepala Biro Keistimewaan Aceh, Bustami Usman menjelaskan, tablig akbar akan menghadirkan penceramah Tgk Rasyidin Abdullah. Sedangkan pawai, rencananya dilepas Walikota Banda Aceh, Mawardy Nurdin dengan posisi start dan finish di lapangan Blang Padang.

Bustami memperkirakan, kegiatan itu diikuti 16 ribu peserta, mulai murid TK hingga SLTA/sederajat, santri dayah, dan OKP Islam di Banda Aceh serta Aceh Besar. Setiap regu berjumlah 40 orang. Mereka akan diberi uang partisipasi Rp 350 ribu. Sedangkan total hadiah mencapai Rp 12 juta.

Tinggalkan Balasan